Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, Serta Penyebab Pengangguran. Pembangunan ekonomi di Indonesia

March 12, 2020

Pembangunan ekonomi ialah  proses yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perkapita tiap penduduk atau masyarakat di suatu negara dengan jangka panjang dan disertai dengan perubahan mendasar dalam struktur ekonomi dan distribusi pendapatan untuk populasi sebuah negara. pembangunan ekonomi akan memberikan perubahan dalam masyarakat, baik dari segi teknologi, semangat masyarakat dan lembaga.
Indikator memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara yang dimana indikator merupakan sumber informasi yang sistematis dan objektif yang hampir setiap hari sebuah surat kabar menerbit statistik baru yang dirilis oleh pemerintah. Indikator adalah suatu alat yang menyembatani  hubungan antara berbagai hal. Pemerintah misalnya, rumah tangga dan perusahaan secara teratur disurvei untuk mempelajari aktivitas dan dampak kegiatan mereka pada kesejahteraan. Tanpa indikator, model atau gejala yang terjadi dan efeknya akan sulit untuk diketahui dengan pasti. Jajak pendapat indikator yang diperoleh oleh pemerintah atau lembaga yang bersangkutan digunakan sebagai referensi untuk memantau dan perumusan kebijakan. Hal ini menunjukkan bahwa indikator pembangunan ekonomi adalah instrumen untuk menentukan tingkat pembangunan yang dilakukan oleh suatu Negara yang terdiri dari beberapa aspek. Peran penting indikator dalam pembangunan ekonomi ialah diantaranya : memantau perilaku ekonomi, minat analisis ekonomi, dasar pengambilan keputusan dan dasar perbandingan internasional.

Salah  satu masalah ekonomi di Indonesia yang sering dijumpai ialah pengangguran meningkat setiap tahunnya.
Adapun Penyebab pengangguran
Pengangguran biasanya dikarenakan jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Pengangguran sering kali menjadi masalah dibidang perekonomian, oleh karenanya   produktivitas dan pendapatan akan berkurang sehingga dapat menyebabkan kemiskinan dan masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan membandingkan jumlah pengangguran dan jumlah angkatan kerja.
            Kurangnya pendapatan mengakibatkan penganggur lebih hati-hati bahkan menskip pengeluaran konsumsi yang dirasa bernilai besar walau itu kebutuhan yang harus dipenuhi. Hal ini bisa mengakibatkan tingkat kemakmuran dan kesejahteraan menurun. Jika pengangguran terus meningkat dapat menyebabkan dampak buruk pada psikologis keluarga dan penganggur itu sendiri.
Selain itu jika pengangguran yang berjangka panjang terus menerus berlangsung lama  dapat mengakibatkan kekacauan politik, sosial dan keamanan. oleh karenanya menyebabkan menurunnya pendapatan perkapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "setengah menganggur" di mana harus melakukan pekerjaan dengan pekerjaan sedikit dilakukan oleh lebih banyak orang.
Tuna karya atau pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari pekerjaan, bekerja paruh waktu kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang mencoba untuk mendapatkan pekerjaan yang layak . Pengangguran biasanya dikarenakan pelamar kerja tidak setara dengan jumlah lapangan kerja yang hanya menyerap beberapa pekerja. Pengangguran sering menjadi masalah dalam perekonomian karena dengana adanya  pengangguran, produktivitas dan pendapatan akan berkurang sehingga dapat menyebabkan kemiskinan dan masalah sosial lain sebagainya.
Pertumbuhan ekonomi
            Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai pengembangan kegiatan ekonomi yang berkesinambungan menuju kearah yang lebih baik, seperti memproduksi barang dan jasa yang menghasilkan input dan output. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dilihat sebagai masalah makro-ekonomi jangka panjang. Dari satu periode ke periode selanjutnya  kemampuan suatu negara untuk memproduksi barang dan faktor produksi selalu mengalami peningkatan kuantitas dan kualitas. Investasi ini akan meningkatkan jumlah barang modal. Teknologi yang akan digunakan terus berinovasi. Selain itu, lapangan pekerjaan meningkat karena pertumbuhan penduduk, pengalaman kerja dan wawasan pendidikan.
            Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat peningkatan faktor-faktor produksi secara keseluruhan tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa dengan ukuran yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi kerap kali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi  lebih lambat dibandingkan potensinya.
Teori pertumbuhan ekonomi klasik
            Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith, David Ricardo dan TR. Malthus. Adam Smith adalah ahli ekonomi yang menulis buku “The Wealth of Nation” (kemakmuran suatu negara) yang sangat terkenal. Ia merupakan tokoh yang mengemukakan pentingnya sistem ekonomi liberal (bebas), yaitu sistem ekonomi yang bebas dari campur tangan pemerintah yang diperkuat dengan semboyan “Laissez Faire, Laissez Passer”. Adam Smith yakin akan pemikirannya jika dengan menggunakan sistem ekonomi liberal (bebas), pertumbuhan ekonomi dapat dicapai secara maksimum. Pertumbuhan ekonomi bisa dicapai dengan melibatkan dua unsur, yaitu: pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan output total.
Faktor- Faktor Pembangunan Ekonomi
            Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada kenyataannya, faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan  dan pembangunan ialah diantaranya, sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal dan keahlian atau kewirausahaan.
            sumber daya alam, termasuk tanah dan sumber daya alam seperti kesuburan tanah, iklim / cuaca, hasil hutan, pertambangan dan kelautan, sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal memasok bahan baku. Sementara itu, keahlian dan semangat perusahaan diperlukan untuk mengubah bahan baku dari alam, sehingga menghasilakan sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga proses produksi).
Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional dengan jumlah dan kualitas penduduk. populasi yang besar merupakan pasar potensial untuk hasil pasar produksi, sementara kualitas penduduk menentukan jumlah produktivitas yang sudah dicapai.
Sementara itu, sumber daya modal yang diperlukan untuk memproses bahan baku. pembentukan modal dan investasi untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kekayaan. sumber daya modal berupa barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.


            

Artikel Terkait

Previous
Next Post »