Corona Tengah Menggemparkan Warga Indonesia “Welcome to Indonesia, Corona”

March 12, 2020

Corona Tengah Menggemparkan Warga Indonesia
“Welcome to Indonesia, Corona”





Corona, hampir semua masyarakat Indonesia mengetahui jenis penyakit tersebut. Virus corona bisa dikatakan penyakit jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini dapat menyerang tanpa membeda-bedakan, entah itu bayi, anak-anak, orang dewasa, orang tua, wanita hamil dan ibu menyusui. infeksi virus ini disebut Covid-19 yang ditemukan di kota Wuhan, China pertama kali pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan menyebar ke daerah lain di Cina dan beberapa negara lainnya.
Corona saat ini sedang membuat gempar warga Indonesia yang dimana telah dikabarkan bahwa corona akhirnya datang ke Indonesia. Orang-orang diliputi dengan perasaan campur aduk. begitulah keadaan saat ini. panik dan takut bercampur menjadi satu. Corona virus menceburkan diri dalam dunia global.
Anthony Giddens seorang terkemuka dibidang sosiolog menulis tentang "Runaway World; How Globalisation Reshaping Our Lives"(2000), globalisasi telah membuat dunia lebih kecil menyempit dan semakin mengerut setelapak tangan kita yang seukuran gatget yang terhubung ke koneksi internet 24 jam sehari. Karenanya dalam satu jam saja dunia dan hidup kita berubah. bisa dilihat dari perkembangannya yang mendekatkan kita dari yang jauh, sebaliknya yang dekatpun menjadi lebih jauh.  Batas-batas geografis tidak memiliki arti karena dunia tidak memiliki batas.
Manusia menjadi ditanduk Terkejut dengan fenomena baru 4.0, Bubrah sosial, gangguan nilai-nilai moral dan agama telah kehilangan arah. Anak-anak melenial yang sekarang menikmati dunia modern menjadi makhluk baru yang tidak kita kenali, mereka hidup di dunia mereka sendiri, dunia digital yang merubah segalanya dari dunia analog.
Di dunia modern global yang terhubung dengan keajaiban worldwide web (www) lalu lintas manusia, barang dan jasa bergerak setiap saat tidak dapat dihentikan atau dikendalikan. Giddens telah memprediksi tren dan tantangan serta sisi gelap dari globalisasi, tidak hanya barang dan jasa yang tanpa bebas keluar masuk dari batas negara,  penyakitpun seakan tak mau kalah dan  ikut-ikutan bebas menyebar keseluruh sisi dunia seakan mengikuti pola globalisasi yang sedang kita hadapi saat ini.
Sekarang dunia benar-benar dibuat khawatir dan huru hara oleh serbuan virus corona. Hanya dalam beberapa bulan corona berhasil membuat seluruh dunia merasa terancam nyawa. Hal ini tentu bukan penyakit global pertama yang diderita oleh manusia, sebelumnya telah ada flu burung, flu babi, sapi gila, SARS, semuanya adalah penyakit global biasanya menyerang membabi buta ke antero dunia yang berbeda.
     Ada ironi dan paradoks dalam dunia yang dipenuhi kebingungan ini. dunia telah menjadi perahu besar yang akan kita jadikan sebagai kendaraan bersama-sama. Ketika kapal itu bocor dan mengalami kecelakaan maka siapapun penumpang tersebut akan menghadapi resiko tenggelam bersama-sama. Oleh karenanya kapal yang akan kita tumpangi ramai-ramai harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, tapi kenyataannya sekarang orang dari penumpang itu sendiri yang dengan sengaja merusak dan melubangi kapal.
Meminjam istilah Kishore Mahbubani (2000) penumpang di kapal ini sibuk di dalam kamar masing-masing dan melakukan SDM(selamatkan diri masing-masing), berpikir membiarkan orang lain tenggelam selama aku hidup. Bahkan, jika kapal besar tenggelam tidak akan ada yang selamat.
Amerika Serikat ingin menutup diri dari orang-orang luar yang mungkin saja bisa membahayakan mereka, jika perlu untuk membangun sebuah tembok raksasa di sekitar seluruh perbatasan, seolah-olah tidak ingin membangun relasi dengan negara lain. Inggris telah menarik diri dari Eropa karena terlalu rumit untuk menjadi tetangga srawung dengan Uni Eropa lainnya. Amerika dan Inggris merasa mereka bisa digdaya dan menaklukkan dunia sendiri seperti abad-abad silam. Ini adalah contoh paling konkret pasca-kekuasaan negara bekas sindrom adidaya.
Amerika dan Inggris yang bisa dikatakan dinosaurus hampir punah, bukan karena lemah tapi karena gagal beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka merasa digdaya dan memiliki hak untuk menempatkan dunia karena mereka adalah pemenang Perang Dunia-II 70 tahun yang lalu. Dunia telah berubah begitu banyak, tetapi mentalitas dan tatanan dunia yang masih sama.
Dengan adanya virus kecil yang tanpa pandang bulu ini membuktikan bahwa mereka lemah . Tidak ada gunanya untuk mengisolasi diri dan berharap selamat dari pagebluk yang tak terelakkan. Xin Cina Jipin yang dikenal pundi-pundi kekuatan ekonominya yang tak tertandingi sekarang berlutut oleh virus kecil. Sekali lagi Korea telah menjadi  simbol dari keajaiban dunia dan menjadi peradaban baru juga pontang panting karena serangan virus kecil tersebut. Amerika yang dipisahkan oleh Samudera Atlantik sudah diserbu oleh Corona.
Corona adalah pagebluk global, siapa pun yang berpotensi terkena dampak dampaknya, baik dampak langsung maupun dampak ekonomi. Resesi global adalah dampak potensial dari pagebluk ini, semua negara akan merasakan akibatnya, termasuk Arab yang sekarang tengah menutup diri  untuk Umroh dan mungkin juga Haji.
Dan saat ini Pemerintah Indonesia tengah melakukan pencegahan penyebaran virus corona dengan memberlakukan keamanan multi-level untuk imigran asing Dibandara Soekarno-Hatta untuk meminimalkan penyebaran virus Corona. Salah satunya dengan menerbitkan kartu kewaspadaan .
Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan butuh pemerintah dan pihak penerbangannya untuk mengandeng maskapai yang melakukan  penerbangan dari negeri dan luar negeri dalam penerapan metode untuk meminimalkan penyebaran Corona.

Untuk seseorang yang diduga Covid-19, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar virus Corona tidak menular kepada orang lain, yaitu:
1.      Jangan meninggalkan rumah kecuali untuk pengobatan.
2.      Cobalah untuk menjauh dari orang lain untuk sementara waktu. Jika memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dari yang digunakan oleh orang lain.
3.      Akan melarang dan memberitahukan orang lain untuk  mengunjungi Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
4.      Bila mungkin, tidak bertemu dengan orang-orang yang sakit.
5.      Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minuman, perlengkapan mandi dan tempat tidur dengan orang lain.
6.      Pakailah masker dan sarung tangan saat  berada di tempat umum.
7.      Gunakan tisu untuk menutupi hidung dan mulut saat batuk atau bersin dan membuang tisu di tempat sampah.

Referensi :
1.    https://www.alodokter.com/virus-corona
2.  https://www.liputan6.com/news/read/4197347/thermal-scanner-tak-beri-jaminan-100-pengamanan-berlapis-corona-diberlakukan
3.    https://beritajatim.com/sorotan/welcome-to-indonesia-corona/
4.    https://www.liputan6.com/tag/corona?type=text&page=4

Artikel Terkait

Previous
Next Post »